xxxxxxxxx
Tawuran terjadi antara sejumlah siswa MTsN Jatinom dengan sejumlah pelajar SMPN 2 Jatinom. Menurut keterangan yang dihimpun wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Jumat (9/3), tawuran bermula ketika salah seorang pelajar SMPN 2 Jatinom berinisial G menuduh salah seorang pelajar MTsN Jatinom berinsiial M telah menggoda pacar G.
Tak terima atas tuduhan itu, sekitar pukul 12.00 WIB, M menemui G di sekolahnya. M datang bersama enam orang temannya. Sekitar pukul 13.30 WIB, salah seorang rekan M yang berinisial R, yang juga mantan anggota geng pelajar Qzruh, menghampiri salah satu pelajar SMPN 2 Jatinom berinsial W yang juga dikenalnya.
R merebut topi milik W. W tidak terima dengan perlakuan R dan meminta R untuk bersujud di bawah kakinya. R tidak mau dan saat itu juga R dikeroyok teman-teman W. Beberapa teman R panik, tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa melihat R dipukuli oleh W dan teman-tamannya.
Coreng Citra
Sekretaris Forum Penanggulangan Kenakalan Pelajar (FPKP) Kecamatan Jatinom, Nanang Nuryanto, mengatakan seusai tawuran FPKP memastikan apakah ada korban jiwa dalam tawuran tersebut.Ia sangat menyayangkan tawuran pelajar kembali terjadi di Jatinom. “Kalau tidak ditanggulangi, kejadian ini dapat mencoreng citra pelajar di Jatinom,” kata Nanang.
Kawasan Kecamatan Jatinom, beberapa waktu lalu, jadi sorotan menyusul terungkapnya keterlibatan ratusan pelajar dalam geng pelajar. Ketua FPKP Jatinom, Sukoyo Purwoatmojo, akhir Februari lalu, mengaku mendapatkan informasi itu dari belasan anggota geng sudah menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan geng.
Dari 51 pelajar yang terdata FPKP, 11 pelajar di antara mereka telah mengundurkan diri. Para pelajar anggota geng itu rata-rata merupakan pelajar SMP dan SMA. Mereka mengungkapkan, saat ini, setidaknya ada 600 pelajar yang tergabung dalam geng pelajar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Tak kurang dari 51 pelajar di antara mereka berada di wilayah Kecamatan Jatinom (Koran O, 25/2).
Lebih lanjut, Sukoyo dan Nanang, menjelaskan para anggota geng pelajar itu sering berkumpul di beberapa tempat salah satunya di kawasan Alun-alun Klaten. Guna mengantisipasi semakin bertambahnya pelajar yang terjerumus dalam kelompok yang tidak jelas, FFKPM mengimbau agar orangtua memberikan pengawasan terhadap pergaulan putra-putri mereka.

